Selasa, 22 November 2016

PENTINGNYA ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN BAGI KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN

Sebelum membahas lebih dalam bagaimana pentingnya analisis prediksi kebangkrutan maka kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu Kebangkrutan? Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian kebangkrutan salah satunya adalah menurut beberapa ahli seperti dibawah ini :
Kebangkrutan (ALTMAN)
Salah satu aspek pentingnya analisis terhadap laporan keuangan dari sebuah perusahaan adalah kegunaannya untuk meramal kontinuitas atau kelangsungan hidup perusahaan. Prediksi akan kontinuitas perusahaan sangat penting bagi manajemen dan pemilik perusahaan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya potesi kebangkrutan, karena kebangkrutan berarti menyangkut terjadinya biaya-biaya, baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung. Kebangkrutan perusahaan banyak membawa dampak yang begitu berarti, bukan Cuma untuk perusahaan itu sendiri tetapi juga terhadap karyawan, investor dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kegiatan operasi perusahaan.
Kebangkrutan biasanya diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan untuk menghasilkan laba. Kebangkrutan juga sering disebut likuiditas perusahaan atau penutupan perusahaan atau insolvabilitas.
Kebangkrutan sebagai kegagalan didefinisikan dalam beberapa arti (Martin et.al, 1995 : 376) :
1. Kegagalan ekonomi (economic failure). Kegagalan dalam arti ekonomi biasanya berarti bahwa perusahaan kehilangan uang atau pendapatan perusahaan tidak menutup biayanya sendiri, ini berarti tingkat labanya lebih kecil dari biaya modal atau nilai sekarang dari arus kas perusahaan lebih kecil dari kewajiban. Kegagalan terjadi bila arus kas sebenarnya dar perusahaan tersebut jatuh di bawah arus kas yang diharapkan. Bahkan kegagalan dapat juga berarti bahwa pendapatan atas biayahistoris dari investasinya lebih kecil daripada biaya modal perusahaan.
2. Kegagalan keuangan (financial failure). Kegagalan keuangan bisa diartikan sebagai insolvensi yang membedakan antara dasar arus kas dan dasar saham. Insolvensi atas dasar arus kas ada dua bentuk :
           
a.    Insolvensi teknis (tecnhcal insolvencyI).
Perusahaan dapat dianggap gagal jika perusahaan, tidak dapat memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo. Walaupun total aktiva melebihi total utang atau terjadi bila suatu perusahaan gagal memenuhi salah satu atau lebih kondisi dalam ketentuan hutangnya seperti rasio aktiva lancar terhadap utang lancar yang telah ditetapkan atau rasio kekayaan bersih terhadap total aktiva yang disyaratkan. Insolvensi teknis juga terjadi bila arus kas tidak cukup untuk memenuhi pembayaran bunga pembayaran kembali pokok pada tangga tertentu.
b.      Insolvensi dalam pengertian kebangkrutan.
Dalam pengertian ini kebangkrutan didefinisikan dalam ukuran sebagai kekayaan bersih negatif dalam neraca konvensional atau nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan lebih kecil dari kewajiban. Likuidasi merupakan suatu proses yang berakhir pada pembubaran perusahaan sebagai suatu perusahaan. Likuidasi lebih menekankan pada aspek status yuridis perusahaan sebagai suatu badan hukum dengan segala hak-hak dan kewajiban. Likuidasi atau pembubaran perusahaan senantiasa berakibat penutupan usaha akan tetapi likuidasi tidak selalu berarti perusahaan bangkrut.
Kebangkrutan dari berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan sebagai suatu keadaan atau situasi dimana perusahaan gagal atau tidak mampu lagi memenuhi kewajiban-kewajiban kepada debitur karena perusahaan mengalami kekurangan dan ketidakcukupan dana untuk menjalankan atau melanjutkan usahanya sehingga tujuan ekonomi yang ingin dicapai oleh perusahaan tidak dapat dicapai yaitu profit, sebab dengan laba yang diperoleh perusahaan bisa digunakan untuk mengembalikan pinjaman, bisa membiayai operasi perusahaan dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi bisa ditutup dengan laba atau aktiva yang dimiliki.
Pengukuran atas kinerja perusahaan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya yaitu dengan mengukur kinerja keuangan yang dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan setiap periode. Melalui berbagai metode yang sudah ditemukan, analisis terhadapa laporan keuangan dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan kinerja keuangan suatu perusahaan yang sedang berjalan, dan sebagai alat untuk memprediksi kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. Hal tersebut dapat digunakan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan.

Selain bermanfaat bagi perusahaan informasi kebangkrutan juga dapat bermanfaat bagi beberapa pihak, diantaranya yaitu sebagai berikut :
1.      Pemberi Pinjaman (pihak Bank). Iformasi kebangkrutan dapat bermanfaat untuk mengambil keputusan siapa yang akan diberi pinjaman, dan kemudian bermanfaat untuk kebijakan monitor pinjaman yang ada.
2.      Investor. Informasi kebangkrutan perusahaan sangat penting bagi investor karena investor memiliki kepentingan melihat adanya kemungkinan bangkrut atau tidaknya suatu perusahaan yang menjual surat berharga berupa saham atau obligasi tersebut.
3.      Pihak pemerintah. Meskipun tidak semua sektor usaha diawasi oleh pemerintah tetapi ada beberapa sektor usaha dimana lembaga pemerintah mempunyai tanggungjawab untuk mengawasi jalannya usaha tersebut ( misalnya pada sektor perbankan).
4.      Akuntan. Akuntan memiliki kepentingan pada informasi kelangsungan hidup suatu perusahaan (usaha) karena akuntan akan menilai kemampuan Going Concern suatu perusahaan.
5.      Manajemen. Kebangkrutan berarti munculnya biaya-biaya yang berkaitan dengan kebangkrutan dan biaya ini cukup besar. Suatu penelitian menunjukan biaya kebangkrutan bisa mencapai 11-17% dari nilai perusahaan.